Kamis, 08 Januari 2015

menkmati keberuntungan mengunjungi pulau komodo, pink beach, dan mencari manta

















Suatu keindahan dan keberuntungan bisa menikmati surga secara gratis. Kita tidak butuh menunggu sampai jam 12 malam untuk mendapatkan  sale besar-besaran yang terpenting sebuah penempatan posisi terbaik dalam waktu yang tepat..dan keberuntungan akan menghampiri.

Keberuntungan dan keindahan itu adalah serangkain tur ke pulau komodo(pos loh liang), snokling di pink beach, dan mencari pari Manta. Untuk mahasiswa dengan no income, tawaran melakukakn perjalanan seperti ini secara gratis seperti tart keberuntungan yang tidak boleh terlewatkan untuk disikat dalam sekali lahapan….seperti yang biasa dilakukan Jerry si Tikus.. Bayangkan saja,biaya perjalanan untuk itu semua adalah Rp.2,2 juta untuk transportasi, 550 ribu untuk tiket masuk. Kalkulasi biaya tadi untuk dua wisatawan asing(sengaja dibuat kurang nyambung). 

Perjalanan diawali suara deringan telepon dari seorang kerabat untuk melakukan perjalanan menemai turis ke pulau komodo. Dream it, plan it, do it hanya dilakukan tidak lebih dari 12 jam. Malam menerima panggilan, langung tidur dan bermimpi,  jam 6 paginya sudah bersiap di dermaga dengan semangat ’45 memulai perjalanan meskipun harus merelakan batal peluk dan kasur merana kesepian ditinggal sebelum waktunya.
Turis yang diantar adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Cincin yang melingkar di kedua jari manisnya menjadi bukti cinta mereka berdua. So perjalanan ini bakal menyenangkan karena kedua turis mereka sudah dipenuhi kegembiraaan. Meskipun mereka berasal Rusia yang menurut sumber yang bisa dipercayai mengatakan bahwa  orang rusia terkenal kerasa kepala, tapi keduanya tampak ramah dan baik hati.

Pukul 7.30 wib kapal berangkat dari dermaga Pilemon, Labuan Bajo. Meskipun molor dari waktu yang disepakati dengan turis(hampir 1,5 jam) perjalanan awal tampak menyenangkan karena tidak dikomplain. Yah,,,suasana hati kedua pasangan ini sedang indah-indahnya so hal-hal remeh seperti ini tidak menjadi masalah serius. Kata nenek moyang, ketika cinta bersemi, tai kucing terasa sate dibalut bumbu saos tiram….
Dewi fortuna sedang berpihak pada kami perjalanan yang dipredisksi akan bergelombang ,hari ini tampak bersahabat. Ombaknya kurang bergairah mengaduk-ngaduk isi kapal kami,,mungkin ombaknya sedang diliputi suasana hati yang berbunga-bunga terpapar suasana hati kedua sejoli. Hanya angin yang mengibas rambut kami supaya tidak kepanasan,,,sedangkan ombak hanya mengayun-ayun kami dengan lembut(sensasi duduk di kursi malas dengan pemdangan plau-pulau nan menawan,,). 

Jangan bayangkan tarian hula-hula dengan gadis yang seksi yang akan menyambut ketika tiba di Loh Liang(pulau Komodo). Jangan bayangkan juga pengalungan bunga. Kita akan akan tiba dengan suara burung gagak yang terbang di mana-mna. Burung gagak hitam ada di mana-mana, yang albino mungkin berubah menjadi burung kakatua. So, pesan yang ingin disampaikan jelas. Ini pulau berbahaya. Setiap kesalahan dalam melangkah adalah bahaya yang menyambut. Ada komodo yang sedang berkamuflase seperti batangan kayu. Bisa juga ular hijau yang tampak seperti tali merambat. Setiap kali melangkah adalah keputusn yang tepat.

Tapi tidak usah takut, apalagi harus mengucapkan beribu-ribu dzikir ,,,selama perjalanan ini kita akan ditemani seorang guide yang profesional. Istilah kerennya naturalist guide. Ada juga petugas Polisi Hutan dengan istilah kerennya RANGER( kalau banyak maka menjadi POWER RANGER). Mereka akan menuntun langkah perjalanan kita. Menentukan posisi terbaik untuk berfoto dekat komodo. Menentukan timing terbaik kalau mau bergroufie ria dengan bapaknya komodo yang lagi bermalas-malasan.
kita juga bisa membawa sebuah tongkat yang ujungnya bercabang dua( yang bercabang tiga belum saya temui). Tongkat ini biasa digunakan untuk untuk menghalau komodo yang sedang gak enak mood dan mau menyerang manusia. Cukup tempatkan kayu bercabang pada leher komodo(harus leher bukan ekor, apalagi lubang anusnya) lalu sedikit tambahan tenaga untuk menekan lehernya dan dihalau. Jangan hanya ditekan karena bisa saja komodonya mati tercekik. 

Dulu sewaktu kecil, saya percaya pada  mitos yang menceritakan bahwa tongkat bercabang 2 digunakan untuk menakuti komodo. Ketika komodo datang dengan langkah yang mencurigakan dan menjulurkan lidahnya yang bercabang  dan kecil maka kita dapat menempatkan tongkat bercabang tempat di depan muka komodo. Komodo akan kaget, mungkin juga shock berat. Komodo akan berpkkir ” Wah di dunia ini ternyata selain saya ada juga binatang lain yang memiliki lidah bercabang dan lebih besar dari punya saya. Jika lidahnya besar apalagi badannya” so komodo akan memilih menghindar dari “binatang berlidah besar”.

Karena perjalanan ini adalah perjalanan keberuntungan, saya tidak perlu membayar biaya retribusi untuk masuk. Retribusi masuk Taman Nasional komodo memang lebih mahal dari retribusi parkir liar di pasar induk. Banyak itemnya. Tapi keberuntungan sedang menaungi so perjalanan keliling melihat kampung halaman komodo tanpa perlu mengeluarkan isi dompet, karena petugas juga tidak akan menanyakan ktp, sim, stnk, bpkp, atau surat tanah, surat wasiat.,;;;,,ddispkkxxhkg.

Selain diisi sejumlah komodo, di pulau ini juga diisi aneka ragam mahluk hidup,  dari berbagai jenis binatang melata, berjenis-jenis hewan mamalia, beraneka ragam burung, jenis tumbuhan yang menawan, sampai binatang berakal budi juga ada di sini.

Paus menikmati lenggak-lenggok komodo yang kalau berjalan tampak anggun( mirip-mirip ketika Syahrini berjalan dengan rok mini), perjalanan dilanjutkan ke pink beach. PINK BEACH???!! Mungkin mirip b*tch* dengan tatapan tajam langsung tembus ke paru-paru dan senyuman tipis menggoda ala papan atas. Dan yang lebih menarik bukalah dandanan menor hamparan pasir yang berwarna pink, tapi ISI dalamnya lebih seksi dan menggaraihkan lagi. Snokling di sekitar pink beach menawarkan sensasi yang luar biasa. Airnya jernih so kita bisa melihat  ikan yang sedang menggombal pasangannya dengan seikat batu karang. Ikannya benar colorfulllll, dan memiliki ukuran yang unik. Karang-karangnya beraneka ragam.  “Funtastic” begitu komentar sepasang kekasih dari  RUsia. “Beautifulll” begitu komentar balasanku tapi ini lebih untuk si cantik Rusia.

Dari acara menikmati isi dalamnya  PINK BEACH, perjalanan selanjutnya adalah mencari pari Manta. Mencari dalam arti harafiah. Kami mengeliling suatu area yang cukup luas dengan motor boat, mencari-cari manta di sela-sela karang dari atas motor boat . Kita bisa melihat penyu yang sedang berlari. Ada juga ikan hiu yan lewat sejenak untuk mengatakan selamat sore karena waktu sudah mulai magrib. Hampir sejam mengelilingi perairan dan kami hampir putus asa ketika lagi-lagi keberuntungan sedang berpikak pada kami. Meskipun bukan manta, tapi paling tidak kami bisa menemukan seekor pari pada kedalaman sekitar 6 meter. Peralatan snokling langsung dikenalan dan langsung bersnokling ria mengitari si pari yang anggun. Lumayanlah untuk menemani sore, sebelum balik lagi ke Labuan bajo.

Memang surga tidak bisa dinikmati sepanajang waktu. Waktu membatasi manusia menikmati yang menjadi idamannya. Tidak bisa berlama-lama menimati komodo yang cool, tidak juga berlama-lama menyelami isi dalam pink beach, tidak bisa berlama-lama berada dekat si anggun ikan pari. Meskipun demikian, suatu keberuntungan besar bisa menikmati surga meskipun sejenak. Ini adalah perjalanan keberuntungan. Dan trimkasih untuk kesempatan itu….