Suatu keindahan dan keberuntungan bisa menikmati surga
secara gratis. Kita tidak butuh menunggu sampai jam 12 malam untuk mendapatkan sale besar-besaran yang terpenting sebuah
penempatan posisi terbaik dalam waktu yang tepat..dan keberuntungan akan menghampiri.
Keberuntungan dan keindahan itu adalah serangkain tur ke
pulau komodo(pos loh liang), snokling di pink beach, dan mencari pari Manta. Untuk
mahasiswa dengan no income, tawaran melakukakn perjalanan seperti ini secara
gratis seperti tart keberuntungan yang tidak boleh terlewatkan untuk disikat
dalam sekali lahapan….seperti yang biasa dilakukan Jerry si Tikus.. Bayangkan
saja,biaya perjalanan untuk itu semua adalah Rp.2,2 juta untuk transportasi,
550 ribu untuk tiket masuk. Kalkulasi biaya tadi untuk dua wisatawan
asing(sengaja dibuat kurang nyambung).
Perjalanan diawali suara deringan telepon dari seorang
kerabat untuk melakukan perjalanan menemai turis ke pulau komodo. Dream it,
plan it, do it hanya dilakukan tidak lebih dari 12 jam. Malam menerima panggilan,
langung tidur dan bermimpi, jam 6
paginya sudah bersiap di dermaga dengan semangat ’45 memulai perjalanan
meskipun harus merelakan batal peluk dan kasur merana kesepian ditinggal
sebelum waktunya.
Turis yang diantar adalah sepasang kekasih yang saling
mencintai. Cincin yang melingkar di kedua jari manisnya menjadi bukti cinta
mereka berdua. So perjalanan ini bakal menyenangkan karena kedua turis mereka
sudah dipenuhi kegembiraaan. Meskipun mereka berasal Rusia yang menurut sumber
yang bisa dipercayai mengatakan bahwa orang rusia terkenal kerasa kepala, tapi
keduanya tampak ramah dan baik hati.
Pukul 7.30 wib kapal berangkat dari dermaga Pilemon, Labuan
Bajo. Meskipun molor dari waktu yang disepakati dengan turis(hampir 1,5 jam)
perjalanan awal tampak menyenangkan karena tidak dikomplain. Yah,,,suasana hati
kedua pasangan ini sedang indah-indahnya so hal-hal remeh seperti ini tidak
menjadi masalah serius. Kata nenek moyang, ketika cinta bersemi, tai kucing
terasa sate dibalut bumbu saos tiram….
Dewi fortuna sedang berpihak pada kami perjalanan yang
dipredisksi akan bergelombang ,hari ini tampak bersahabat. Ombaknya kurang
bergairah mengaduk-ngaduk isi kapal kami,,mungkin ombaknya sedang diliputi
suasana hati yang berbunga-bunga terpapar suasana hati kedua sejoli. Hanya
angin yang mengibas rambut kami supaya tidak kepanasan,,,sedangkan ombak hanya
mengayun-ayun kami dengan lembut(sensasi duduk di kursi malas dengan pemdangan
plau-pulau nan menawan,,).
Jangan bayangkan tarian hula-hula dengan gadis yang seksi
yang akan menyambut ketika tiba di Loh Liang(pulau Komodo). Jangan bayangkan
juga pengalungan bunga. Kita akan akan tiba dengan suara burung gagak yang
terbang di mana-mna. Burung gagak hitam ada di mana-mana, yang albino mungkin
berubah menjadi burung kakatua. So, pesan yang ingin disampaikan jelas. Ini
pulau berbahaya. Setiap kesalahan dalam melangkah adalah bahaya yang menyambut.
Ada komodo yang sedang berkamuflase seperti batangan kayu. Bisa juga ular hijau
yang tampak seperti tali merambat. Setiap kali melangkah adalah keputusn yang
tepat.
Tapi tidak usah takut, apalagi harus mengucapkan beribu-ribu
dzikir ,,,selama perjalanan ini kita akan ditemani seorang guide yang
profesional. Istilah kerennya naturalist guide. Ada juga petugas Polisi Hutan
dengan istilah kerennya RANGER( kalau banyak maka menjadi POWER RANGER). Mereka
akan menuntun langkah perjalanan kita. Menentukan posisi terbaik untuk berfoto
dekat komodo. Menentukan timing terbaik kalau mau bergroufie ria dengan
bapaknya komodo yang lagi bermalas-malasan.
kita juga bisa membawa sebuah tongkat yang ujungnya
bercabang dua( yang bercabang tiga belum saya temui). Tongkat ini biasa
digunakan untuk untuk menghalau komodo yang sedang gak enak mood dan mau
menyerang manusia. Cukup tempatkan kayu bercabang pada leher komodo(harus leher
bukan ekor, apalagi lubang anusnya) lalu sedikit tambahan tenaga untuk menekan
lehernya dan dihalau. Jangan hanya ditekan karena bisa saja komodonya mati
tercekik.
Dulu sewaktu kecil, saya percaya pada mitos yang menceritakan bahwa tongkat
bercabang 2 digunakan untuk menakuti komodo. Ketika komodo datang dengan langkah
yang mencurigakan dan menjulurkan lidahnya yang bercabang dan kecil maka kita dapat menempatkan tongkat
bercabang tempat di depan muka komodo. Komodo akan kaget, mungkin juga shock
berat. Komodo akan berpkkir ” Wah di dunia ini ternyata selain saya ada juga
binatang lain yang memiliki lidah bercabang dan lebih besar dari punya saya.
Jika lidahnya besar apalagi badannya” so komodo akan memilih menghindar dari
“binatang berlidah besar”.
Karena perjalanan ini adalah perjalanan keberuntungan, saya
tidak perlu membayar biaya retribusi untuk masuk. Retribusi masuk Taman
Nasional komodo memang lebih mahal dari retribusi parkir liar di pasar induk.
Banyak itemnya. Tapi keberuntungan sedang menaungi so perjalanan keliling
melihat kampung halaman komodo tanpa perlu mengeluarkan isi dompet, karena
petugas juga tidak akan menanyakan ktp, sim, stnk, bpkp, atau surat tanah,
surat wasiat.,;;;,,ddispkkxxhkg.
Selain diisi sejumlah komodo, di pulau ini juga diisi aneka
ragam mahluk hidup, dari berbagai jenis
binatang melata, berjenis-jenis hewan mamalia, beraneka ragam burung, jenis
tumbuhan yang menawan, sampai binatang berakal budi juga ada di sini.
Paus menikmati lenggak-lenggok komodo yang kalau berjalan
tampak anggun( mirip-mirip ketika Syahrini berjalan dengan rok mini), perjalanan
dilanjutkan ke pink beach. PINK BEACH???!! Mungkin mirip b*tch* dengan tatapan
tajam langsung tembus ke paru-paru dan senyuman tipis menggoda ala papan atas.
Dan yang lebih menarik bukalah dandanan menor hamparan pasir yang berwarna
pink, tapi ISI dalamnya lebih seksi dan menggaraihkan lagi. Snokling di sekitar
pink beach menawarkan sensasi yang luar biasa. Airnya jernih so kita bisa melihat ikan yang sedang menggombal pasangannya
dengan seikat batu karang. Ikannya benar colorfulllll, dan memiliki ukuran yang
unik. Karang-karangnya beraneka ragam. “Funtastic”
begitu komentar sepasang kekasih dari RUsia. “Beautifulll” begitu komentar balasanku
tapi ini lebih untuk si cantik Rusia.
Dari acara menikmati isi dalamnya PINK BEACH, perjalanan selanjutnya adalah
mencari pari Manta. Mencari dalam arti harafiah. Kami mengeliling suatu area
yang cukup luas dengan motor boat, mencari-cari manta di sela-sela karang dari
atas motor boat . Kita bisa melihat penyu yang sedang berlari. Ada juga ikan
hiu yan lewat sejenak untuk mengatakan selamat sore karena waktu sudah mulai
magrib. Hampir sejam mengelilingi perairan dan kami hampir putus asa ketika lagi-lagi
keberuntungan sedang berpikak pada kami. Meskipun bukan manta, tapi paling
tidak kami bisa menemukan seekor pari pada kedalaman sekitar 6 meter. Peralatan
snokling langsung dikenalan dan langsung bersnokling ria mengitari si pari yang
anggun. Lumayanlah untuk menemani sore, sebelum balik lagi ke Labuan bajo.
Memang surga tidak bisa dinikmati sepanajang waktu. Waktu
membatasi manusia menikmati yang menjadi idamannya. Tidak bisa berlama-lama
menimati komodo yang cool, tidak juga berlama-lama menyelami isi dalam pink
beach, tidak bisa berlama-lama berada dekat si anggun ikan pari. Meskipun
demikian, suatu keberuntungan besar bisa menikmati surga meskipun sejenak. Ini
adalah perjalanan keberuntungan. Dan trimkasih untuk kesempatan itu….




